Di bawah kemilau lampu Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, malam itu menjadi lebih dari sekadar jamuan kebersamaan. Pada Selasa, 11 Agustus 2026, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, hadir untuk menyambut keluarga besar ABDSI dan peserta Temu Nasional Pendamping IV di Pontianak.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Gala Dinner menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun jejaring dan komitmen bersama. Di Pontianak, pertemuan para pendamping dari berbagai daerah menemukan makna yang lebih luas: bahwa pengembangan koperasi, UMKM, dan dunia usaha hanya dapat tumbuh kuat melalui sinergi dan kolaborasi.

Malam kemudian berlanjut dalam sebuah talkshow bertajuk “Transformasi Ekonomi Perbatasan melalui Greenpreneurship dan Penguatan BDS”. Empat narasumber menghadirkan perspektif yang saling melengkapi: Aji Kurniawan, Tenaga Ahli Menteri UMKM; Dr. Muhammad Fahmi, akademisi Universitas Tanjungpura; Cahyadi Joko Sukmono, Penasihat ABDSI; serta Bahrul Ulum Ilham, Ph.D., Ketua Umum ABDSI. Diskusi dipandu oleh Dr. Sepris Yonaldi, Wakil Ketua Umum I ABDSI, dengan dialog yang kritis namun tetap hangat.
Dalam talkshow bertajuk “Transformasi Ekonomi Perbatasan melalui Greenpreneurship dan Penguatan BDS”. Para narasumber menekankan pentingnya pengembangan Green Business Development Services (Green BDS) sebagai pendekatan pendampingan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan. TNP IV diharapkan menghasilkan rekomendasi untuk memperkuat kapasitas pendamping dan membangun ekosistem kolaboratif guna mempercepat transformasi UMKM menuju ekonomi hijau.



